Resume Pengarahan Bapak Kepala BPN RI 2009

RESUME PENGARAHAN KEPALA BPN RI, BAPAK JOYO WINOTO

Dalam sambutannya, Kepala BPN RI Bapak Joyo Winoto mengucapkan selamat bergabung kepada Calon Pegawai Negeri Sipil formasi Tahun 2009 yang merupakan kader pilihan yang akan mengabdikan diri untuk menata pertanahan di negeri ini, serta kader terbaik yang memiliki komitmen dan gagasan yang sangat baik untuk mewujudkan tanah untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat.
Dalam pengarahannya di depan sekitar 264 Calon Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahun 2009, Bapak Joyo Winoto berbicara tentang Reforma Agraria yang berarti pembaharuan pertanahan. Pak Joyo juga berbicara tentang Undang – Undang Pokok Agraria yang mempunyai inti berkeadilan sosial. UUPA merupakan hubungan manusia dengan tanah yang bersifat abadi. UUPA juga merupakan cerminan kebangsaan Indonesia, serta tentang ketimpangan yang terjadi dalam kepemilikan dan penguasaan tanah di negeri ini. Karena dalam kenyataannya terdapat sedikit orang yang menguasai terlalu banyak tanah dan banyak orang yang tidak menguasai tanah.
Di Indonesia terdapat kurang lebih 7,3 juta hektar tanah terlantar atau setara dengan 133 kali luas Singapura, dan tersebar di seluruh Nusantara.
Ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah sangat timpang. 0,2 % dari total seluruh rakyat Indonesia menguasai 56% aset, dan 62 – 70% dari 56% aset yang dikuasai tersebut itu adalah tanah.
BPN adalah sebagai lembaga publik yang mengatur kesejahteraan masyarakat serta bertujuan mewujudkan tanah untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat.
Dalam pelaksanaan untuk mewujudkan pemilikan hak tanah untuk masyarakat, BPN mewujudkan program LARASITA (Layanan Rakyat Sertipikasi Tanah) adalah kantor bergerak untuk melayani masyarakat.
Pasal 2 perpres tahun 2006 : BPN RI bertanggungjawab mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral
Kurang lebih terdapat 35 juta jiwa penduduk yang berada pada garis kemiskinan, 66% diantaranya berada di pedesaan. Yang dipikirkan oleh rakyat miskin adalah aset, yang bisa dikuasai dan dikelola kemudian dijadikan sandaran kehidupan. Terdapat 3 aset yang penting bagi rakyat, yaitu :
– Tanah
– Komunitas yang ada / status sosial / tempat bersandar
– Apa saja yang bisa dimanfaatkan / apa saja yang ada di pekarangan adalah aset
Dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, terdapat 4 prinsip / pilar yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pertanahan. 4 pilar tersebut adalah kesejahteraan (welfare), keadilan (justice), sistem berkelanjutan (sustainability), dan harmony
4 pilar pertanahan yaitu :
a. Pertanahan di negeri ini harus berpartisipasi secara nyata untuk kesejahteraan rakyat dan membangun prinsip – prinsip bersama
b. Pertanahan negeri ini harus berkontribusi nyata untuk menata kehidupan yang berkeadilan
c. Pertanahan di negeri ini pengelolaannya herus menjamin keberlanjutan dari sistem kemasyarakatan kebangsaan dan kenegaraan
d. Pertanahan di negei ini harus berkontribusi untuk terwujudnya harmoni sosial kehidupan yang rukun, kehidupan permasyarakatan yang nyaman.
Dalam pengarahan yang disampaikan, Bapak Joyo Winoto menekankan bahwa CPNS formasi Tahun 2009 merupakan anak dan kader yang tidak lagi memikirkan latar belakang disiplin ilmu yang dimiliki untuk bersama – sama dalam mewujudkan cita – cita pertanahan yaitu berkontribusi nyata untuk menata kehidupan bersama yang lebih berkeadilan. Sehingga tidak lagi begitu sedikit orang menguasai terlalu banyak tanah, dan terlalu banyak orang tidak menguasai tanah.

unduh versi docx-nya di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s